VENUSPOKER

Video Penampakan jarang terjadi di Indonesia Hantu kuntilanak

5 Tempat Menakjubkan yang Kini Tenggelam


1. Lawang Sewu - Indonesia

Lawang sewu adalah bangunan kuno yang dibangun tahun 1904 pada zaman Belanda. Gedung tersebut merupakan hasil karya arsitek Belanda, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Pada zaman penjajahan Jepang, gedung ini dijadikan salah satu basis tentara Jepang.

Selain itu, Jepang juga merombak fungsi bungker di Lawang Sewu menjadi penjara dadakan untuk menahan para pejuang dan tentara belanda yang tertangkap. Konon arwah para none Belanda yang diperkosa tentara Jepang dan orang-orang yang ditahan di bunker masih sering menampakkan diri.



Rummu Quarry adalah bekas penjara dan tambang kapur yang ada di Estonia. Letaknya di tengah sebuah danau biru yang indah. Tempat ini sering diburu para penyelam lokal. Tujuan mereka adalah menyaksikan puing bangunan yang kini terlihat misterius di bawah kedalaman air.

Namun tempat ini juga kerap mengundang maut. Lumayan sering terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa penyelam amatir. Selain itu, Rummu Quarry juga menyimpan riwayat sedih dari zaman Perang Dunia.

Tambang kapur Rummu dibuka lebih dulu, kemudian penjara didirikan pada tahun 1930. Di bawah rezim Uni Soviet, tempat ini sempat menjadi saksi biru pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran. Narapidana dan tawanan perang dijadikan buruh gratis, dipaksa untuk menambang hingga kelelahan. Tak jarang ada yang tewas karena buruknya kondisi hidup di sana.



Sebenarnya Gruner See yang berarti telaga hijau cuma sebuah danau dangkal di Styria, dekat kota Tragoss. Terkenal karena warna airnya yang hijau jernih seperti batu zamrud. Selain itu, Gruner See masih memiliki satu keunikan lagi, yaitu taman yang terletak di dasar danau.

Padang rumput, taman bunga, dan bangku-bangku kayu yang berada di pinggir danau saat musim dingin tenggelam selama bulan Mei dan Juni. Fenomena tersebut disebabkan karena salju yang meleleh dari puncak Pegunungan Hochschwab.

Kalau sudah begini, Gruner See mendadak jadi tempat menyelam favorit wisatawan. Pasalnya pemandangan yang ditawarkan di bawah permukaan air memang benar-benar indah.



Si Cheng dan He Cheng atau Dia Cheng menurut beberapa sumber adalah dua dari lima kota kuno yang ditemukan di dasar danau Qiandao, Zhejiang, China. Tempat ini memiliki potensi wisata yang cukup besar bagi Zhejiang, terutama bagi mereka yang hobi menyelam.

Satu hal yang patut disayangkan dari dua kota kuno ini adalah fakta bahwa tenggelamnya disengaja oleh pemerintah. Lembah Gunung Wu Shi yang ditempati 27 kota, lebih dari 1000 desa dan sejumlah situs sejarah dialiri air untuk mendirikan bendungan Xin'anjiang Reservoir.

Sekarang sisa kejayaan Si Cheng dan He Cheng harus tetap terkubur di dasar danau sebab pengangkatan puing dikhawatirkan justru akan merusak artefek. Beberapa ahli percaya bahwa cara terbaik untuk melindungi situs-situs ini adalah dengan membiarkannya di dasar air, karena teknologi yang ada saat ini belum memungkinkan untuk proses preservasi yang lebih baik.


5. Basilica Cistern - Turki

Di area bawah tanah Istanbul, Turki sempat tersembunyi warisan arsitektur bernilai sejarah tinggi. Basilica Cistern atau juga dikenal dengan nama Istana Tenggelam merupakan sebuah basilika dan pusat kesenian seluas dua lapangan bola.

Awalnya didirikan oleh kaisar Byzantium, Justinianus sebagai pusat kesenian dan tempat pertemuan untuk membahas masalah hukum dan perniagaan. Di dalamnya terdapat 336 pilar marmer yang megah, kebun, dan artefak berukuran raksasa. Yang paling menonjol adalah kepala Medusa sang Gorgon. Kemudian Justinianus memerintahkan perombakan Basilica Cistern menjadi tempat penyimpanan air untuk istana dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Basilica Cistern kala itu bisa menampung hingga 100.000 ton air bersih.

Dilansir Smithsonian, Basilica Cistern ditemukan kembali oleh sejarawan Petrus Gyllius pada tahun 1545 ketika Istanbul masih menjadi bagian dari Konstantinopel. Namun tempat itu masih belum layak dikunjungi selama puluhan tahun berikutnya karena dipenuhi sampah, mayat, dan lumpur. Setelah upaya pembersihan pada tahun 1980-an, kini Basilica Cistern menjadi salah satu objek wisata sejarah terbaik di Istanbul. Lantai-lantainya masih tergenang air dan bukan tak mungkin suatu saat tempat ini akan terendam kembali.

Comments